9 Cara Mudah Kenali Karakter Anak

9 Cara Mudah Kenali Karakter anak

 

Tidak terasa, buah hati semakin besar. Moms pun mulai mengenal apa, siapa dan bagaimana karakter si buah hati.

Sebenarnya, anak pada usia 4-5 bulan, sudah mulai memperlihatkan karakter dasar dirinya. Moms sudah mulai bisa mengira-kira karakter apa yang terbentuk pada dirinya.

 

Karakter, sebenarnya bisa berubah-ubah. Namun pada usia yang semakin besar, ia akan mengembangkan karakter dasar tersebut menjadi karakter yang lebih kuat. Sampai kemudian ia menemukan karakter yang tepat bagi dirinya.

Tak ada salahnya, kenali karakter buah hati agar Moms bisa tahu cara mengatasinya. Ada beberapa kategori karakter dasar yang bisa Moms amati.

1. Anak yang Aktif, Selalu Mencari Tahu, Bahkan Ceriwis

Buah hati yang masuk dalam kategori ini  cenderung tidak bisa diam. Selalu siap untuk berlari dan menguasai ruangan.  Sesekali memang berhenti, diam, namun kembali lagi aktif  bergerak.  Ia bisa bergerak dan berlarian seharian tanpa pernah merasa lelah.

Mereka tidak mau tidur siang ketika anak seusianya tidur siang. Begitu juga ketika harus beradaptasi dengan orang dan situasi baru. Moms memerlukan perjuangan ekstra.

Berikan ruang gerak yang leluasa untuk permainan yang dapat menyerap energinya, seperti main bola, atau sepeda.

2. Pemalu, atau Justru Penakut

Sebaliknya, karakter ini merupakan karakter anak yang penakut dan pemalu. Ia akan selalu menempel di belakang Moms-nya dan sering kelihatan gelisah. Ia merasa takut untuk berhubungan dengan anak lain seusianya. Termasuk takut berhubungan dengan orang lain di sekitarnya.

Pada saat ia merasa terdesak, pelarian utama dari karakter ini adakah menangis sesenggukan. Ia berharap dengan tangisnya akan melukuhkan hati setiap orang.

Sebaiknya jangan memaksakan buah hati untuk berhubungan dengan orang lain. Lakukan secara perlahan-lahan untuk  menguatkan percaya dirinya. Jangan justru terlalu dilindungi dan disayangi, sebab percaya dirinya akan sulit terbentuk.

Buatlah ia merasa nyaman bermain dengan teman-teman seusianya. Moms kemudian bisa pelan-pelan meninggalkannya.

3. Anak yang Cenderung Sensitif

Buah hati ada juga yang selalu rewel dan mudah tersinggung. Namun perhatikan, apakah karena ia sudah mengantuk, atau karena sebab lainnya. Dalam kondisi mengantuk buah hati akan merasa jengkel ketika masih harus belajar, menghabiskan makanan, atau karena hal-hal kecil seperti pakaian yang membuatnya gerah.

Saat sifat sensitif ini akan mengarah ke pembawaan karakter dasar, maka Moms perlu mengarahkan ke sifat yang terbuka. Ajari memberikan respon positif untuk hal-hal sehari-hari yang dialami.

4. Susah Diatur, Susah Diajak Kerja Sama

Karakter ini seringkali dialami Moms. Buah hati nya banyak membangkang. Semaunya sendiri, ia mulai mengatur tidak mau ini dan tidak mau itu. Pada fase ini mulai ada “pemberontakan” dari dalam dirinya. Komunikasi antara Moms dan buah hati tidak lancar.

Hal yang dapat kita lakukan adalah memahami karakternya dan menanggapinya dengan kondisi emosi yang tenang.

 

5. Suka Marah

Ini sifat yang kadang menjengkelkan. Buah hati keras kepala, ngambek saat keinginannya tidak terpenuhi, dan sering menangis saat gagal melakukan sesuatu.

Kuncinya justru tidak selalu dipenuhi apa keinginannya. Lakukan komunikasi yang baik kepadanya. Dampingi ia dan berikan penjelasan mengapa ia harus melakukan ini dan mengalah untuk yang lain. Lama kelamaan ia akan terbiasa. Cobalah perbanyak bergaul dengan teman-temannya seusianya. Ia akan belajar memahami dan mengatur emosinya.

Tanpa kesan mengawasi, namun Moms & Dads ada di setiap langkahnya. Usahakan untuk melakukan aktivitas rutin bersamanya. Misalnya, menggosok gigi bersama Moms & Dads– nya sebelum tidur.

 

 

6. Suka Menarik diri (introvert)

Buah hati terbiasa dan sering menyendiri. Ia asyik dengan duniannya sendiri, dia tidak ingin orang lain tahu tentang dirinya.

Sebaiknya Moms lakukan pendekatan ke buah hati. Ajak dia ngobrol dan bermain bersama. Pada kondisi ini biasanya anak merasa ingin diterima apa adanya, dimengerti dan dipahami orang tuanya.

 

7. Lengket dengan Dads atau Babysitter

Ini karakter saat buah hati lebih suka pada Dady sebagai sosok idolanya. Sehingga sering disebut anak Dady-nya bukan anak Mamy-nya.  Meski belum ada risetnya, namun kecenderungan sering terjadi pada balita perempuan.

Atau sebaliknya, lebih dekat dengan sosok yang selalu hadir di dekatnya sepeti babysitter, atau grandma. Ini biasa terjadi pada Moms yang tidak ada di rumah karena sibuk bekerja. Namun, karakter ini tidak perlu dirisaukan karena akan berubah seiring dengan usianya.

8. Menjadi Pusat Perhatian

Kehadirannya mendatangkan keceriaan bagi sekitarnya. Teman-temannya tertawa karena ulahnya. Buah hati merasa senang dengan tanggapan teman-temannya.

Jika ini hal ini terjadi sesekali tidak masalah, tetapi jika berulang-ulang, dan mencari-cari kesempatan untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka Moms sebaiknya waspada.

Bisa karena karakternya yang menyenangkan orang lain, atau justru jiwa anak yang miskin dan perlu pengakuan. Moms & Dads perlu introspeksi dalam mendidik buah hatinya.

9. Si Manis yang Penurut, Happy-go-Lucky

Ini karakter yang mengesankan buah hati menyenangkan, mudah tersenyum, help-full, dan easy going. Ia laksana malaikat kecil dan tidak membutuhkan cara khusus untuk mengasuhnya.

Tentu saja Moms akan bisa lebih santai saat melewatkan waktu bersamanya. Karena ia tak terlalu minta perhatian. Justru Moms-lah yang perlu lebih banyak memberikan perhatian untuknya.

 

Apapun karakternya, pahamilah sebagai kelebihan Si buah hati. Moms & Dads tinggal menyesuaikan saja dengan langkah-langkah yang tepat. Kecuali, kalau karakter tersebut menimbulkan banyak masalah.  @