Tingkatan Bed Rest Yang Aman Bagi Kandungan

Ada Sejumlah Alasan, Mengapa Dokter Memaksa Moms untuk Bedrest?

Bedrest saat hamil kadangkala sangat ditakuti Moms! Bahkan Moms disarankan cuti kehamilan lebih awal dari yang seharusnya.

Jangan khawatir kalau Moms dirujuk dokter untuk bedrest. Bedrest bukanlah momok! Itu semata-mata demi keselamatan janin dalam kandungan!

Dokter memberikan bedrest agar Moms bisa memiliki waktu istirahat cukup untuk memulihkan kondisi tubuh agar optimal bagi pertumbuhan janin.  Saat bedrest, seluruh energi untuk bergerak perlu dihemat agar aliran darah dapat lebih lancar mengalir ke rahim.

Namun, bedrest bukan berarti tidak boleh melakukan apapun. Moms masih bisa WA, SMS, atau berinteraksi dengan sekitar.

Pastikan Moms memahami mengapa dokter memberikan bedrest. Inilah alasannya serta tingkatan pada Bed Rest.

  making_the_most_of_bed_rest

Bedrest Kategori ‘Lampu Kuning.’

Pada status ini, bedrest yang diberikan kepada Moms masih tergolong ringan. Dokter menyarankan bedrest dengan beristirahat di tempat tidur. Namun, Moms masih mendapatkan keringanan untuk melakukan sejumlah aktivitas ringan.

1. Morning Sickness Berat.

Status bedrest ini diberikan terutama untuk kondisi Moms yang mengalami rasa mual berkepanjangan (morning sickness berat). Asupan energi dan vitamin sangat kurang karena selaku apapun selalu dimuntahkan. Bila berkepanjangan hal ini akan rawan bagi kehamilan.

2. Kehamilan Bersamaan dengan Penyakit Medis.

Moms biasanya menderita penyakit infeksi seperti flu dan tipus, mengidap serangan asma, darah tinggi, dan sejumlah penyakit lainnya. Dengan bedrest, diharapkan Moms lebih cepat pulih dari sakit.

 

Bedrest Kategori ‘Lampu Merah’.

Pada status ini, strict bedrest dengan istirahat total di atas tempat tidur merupakan cara yang tak bisa ditawar lagi. Patuhi perintah dokter agar proses pemulihan kesehatan  berlangsung lancar.

Beberapa hal yang membuat Moms harus bedrest dalam kategori ini:

1. Bila Pertumbuhan Janin Terlambat

Biasanya untuk perkembangan janin yang melambat, Moms perlu bedrest untuk menuju kondisi optimal. Ketika Moms bedrest, janin dapat memperoleh asupan darah secara optimal pada tubuh janin.

2. Riwayat Persalinan Premature

Biasanya dokter akan melihat, adakah Moms mengalami riwayat persalinan premature? Peluang akan premature lagi sangat besar. Apalagi saat Moms mengalami kehamilan ke dua dan seterusnya. Moms yang memiliki kandungan lemah dikhawatirkan premature


 

3. Kontraksi Sebelum Waktunya

Kontraksi rahim terjadi sebelum waktunya, maka sebaiknya bedrest sangat dianjurkan. Kontraksi sebelum waktunya terjadi karena sering naik motor, kelelahan transportasi, pulang perjalanan mudik, atau naik turun bus kota.

Selain itu akan diberikan penguat obat-obatan yang sesuai untuk meredakan kontraksi dan menghindari persalinan premature.

4. Perdarahan

Perdarahan pada kasus plasenta previa atau seperti tiba-tiba jatuh terpeleset, bisa membuat kandungan terancam aborsi. Selain itu, bila air ketuban pecah sebelum waktunya, maka Moms disarankan bedrest total di tempat tidur.

Posisi disarankan berbaring miring dengan letak kepala lebih rendah dan kedua kaki agak ditinggikan. Lamanya waktu bedrest biasanya hingga perdarahan tidak terjadi lagi.

5. Kasus Kehamilan Ganda (multiple)

Kehamilan ganda atau kembar, apalagi persalinan premature, akan berisiko tinggi. Hal ini juga akan rawan pada usia kehamilan kembar menginjak bulan ke 7 – 8.  Atau jika risiko persalinan premature berpeluang besar. Moms disarankan harus beristirahat total di tempat tidur.

Intinya, Bedrest lebih dimaksudkan agar Moms banyak beristirahat, dan terhindar dari stres berkepanjangan akibat aktivitas fisik dan beban pikiran.

Silakan, Moms konsentrasi lebih optimal untuk memelihara kehamilan. Sambil menunggu saat persalinan tiba. @

Reply

7 − five =