Cara Menyingkirkan Kecemasan Pada Ibu Hamil

Cara Menyingkirkan Kecemasan Pada Ibu Hamil

 

Saat menanti kehadiran baby, ternyata tak hanya mencemaskan bagi sang Mom (kecemasan pada ibu hamil). Tetapi juga menimbulkan depresi bagi bagi Dad. Kegalauan baru di tengah harap-harap cemas menanti kelahiran!

BEBERAPA depresi muncul pada pasangan muda yang akan menunggu kelahiran. Kecemasan ibu hamil ini makin menumpuk pada kehamilan di trimestert tiga.

Tadinya terpikir akan hilang begitu baby lahir. Namun, bagi pasangan yang belum punya anak, masa kelahiranlah yang justru mencemaskannya.

Tak hanya itu, menurut penelitian yang dilakukan James Paulson dari Eastern Virginia Medical School, AS, 2010, menyebutkan bahwa 25%  Ayah baru akan mengalami depresi sejak bayinya lahir sampai bayi berusia 6 (enam) bulan.

Depresi serupa juga mendera pada Mom. Gejolak emosi akibat peran baru nantinya sebagai Mom, menjadi momok baru yang lebih dikhawatirkan.

Bila dibiarkan, kecemasan ibu hamil ini bisa menghambat  produktivitas, dan merusak jalinan ikatan emosi (bonding) dengan baby nantinya. Wajar, sebab predikat baru sebagai Dad & Mom merupakan sesuatu yang lain.

Predikat ini akan menimbulkan konsekuensi yang mendalam. Pasangan masih saja merasa belum siap!.

Baby sendiri ternyata bisa ikut merasakan depresi Dad & Mom-nya ini. Terlihat ia merasa tidak nyaman berada di dekat Dad & Mom-nya. Justru ketika baby sudah lahir ke dunia.

Kecemasan pada ibu hamil 1

Apa saja depresi yang dialami Dad & Moms?.

  • Takut Baby-nya Lahir Bermasalah

Bagi yang sedang menunggu kelahiran, ia takut bayinya akan lahir cacat.

Rasa takutnya beralasan karena berbagai sebab sebelumnya. Seperti pengaruh obat-obatan (narkoba,  obat-obat aborsi, dll), rokok, selama kehamilan, atau penyakit menurun yang diderita Dad & Mom-nya.

Khawatir hal itu akan berpengaruh pada keutuhan fisik baby-nya.

  • Takut Tak Bisa Jadi Dad & Mom yang Baik

Tidak ada laki-laki yang lahir menjadi Dad yang baik. Begitu juga menjadi Mom ideal.

Kompetensi Dad & Mom terasah karena proses learning by doing (belajar sambil melakukan), try and error (mencoba dan salah) dan pembiasaan.

Dad & Mom bisa belajar dari membaca, browsing internet (seperti website www.cosmomom.net), atau sharing pengalaman sesamanya.

  • Baby Membuat Hidup Berubah

Hidup memang berubah dengan adanya baby. Kehadiran baby akan menghangatkan suasana rumah. Rumah menjadi ramai, dinamis dan ceria.

Namun bagi pasangan Dad & Mom baru, kelahiran baby dikhawatirkan akan mengubah hidupnya. Mereka akan tidak bisa lagi hang-out dengan teman-temannya. Ia akan terbelengu dengan rutinitas baru punya baby yang dianggapnya akan menjemukan.

Sebenarnya Dad & Moms masih bisa melakukan aktivitas rutin, hanya frekuensi dan intesitasnya  saja yang berkurang. Bagaimana pun baby di rumah menunggu Dad & Mom-nya. Namun di beberapa Dad & Mom punya baby justru mengasyikkan!.

Kecemasan pada ibu hamil 2

Rumah memang jadi berantakan, tetapi itu hanya sementara.  Bilamana perlu, pisahkan area bayi dengan area orang dewasa. Selain untuk kerapian rumah juga demi kesehatan bayi itu sendiri.

Apa saja depresi yang dialami Mom?

  • Mom Tidak Lagi Cantik!

Perasaan Mom tidak lagi cantik, gembrot, kendor, kulit banyak strecht, kuyu, tidakpernah lagi punya waktu untuk bersolek, muncul kendala hormonal, akan membuat depresi pada Mom. Selain depresi yang muncul akibat baby blues sindrome.

  • Mom Tidak Bisa Berkarir Lagi

Mom khawatir, punya baby akan menghambat karir yang sedang dirintisnya. Apalagi pada pasangan muda yang baru merintis karir. Ia khawatir bahwa karirnya akan terganggu.

Kecemasan pada ibu hamil 3

Apa saja depresi yang dialami Dad?

  • Mom Jadi Acuh Tak Acuh Ke Dad!

Dad merasa bahwa Mom tak lagi hirau ke dirinya. Pada minggu-minggu pertama usai kelahiran bayi, Mom dalam kondisi masih lelah, masih terasa sakit, baby blues, euforia, dan belajar menyusui. Wajar jika perhatian ke keluarga berkurang.

Namun setelah masa transisi selesai Mom akan kembali lagi seperti semula. Sebaiknya, hadapi dan patahkan kekhawatiran  itu bersama-sama.

Bantulah Mom untuk merawat bayi, dengan saling bantu menyediakan waktu satu sama lain.

Sekaligus untuk mengingatkan Mom, bahwa selain bayi masih ada kehidupan lainnya di sekelilingnya.

  • Baby Tak Lagi Butuh Dirinya

Kedekatan Mom dengan baby-nya membuat Dad merasa ia terkesampingkan.  Dad merasa baby-nya cukup mendapat perhatian dan  kasih sayang Mom dan keluarga sekitarnya. Ia merasa baby tidak lagi memerlukan dirinya.

Padahal, bagaimanapun juga baby sejak lahir membutuhkan kasih sayang.  Dad bisa memeluknya, menggendongnya, mendongengkan, membacakan cerita untuknya, atau mengajaknya bermain.

Saat yang sama akan memberi kesempatan Mom untuk beristirahat dan berbenah diri.

  • Baby Jadi Pesaing

Timbul rasa iri pada baby yang setiap saat jadi pusat perhatian. Bahkan pada beberapa hal tertentu, Dad menunjukkan sikap bersaing dengan bayi.

Tak heran bila muncul lontaran joke dari Mom, bahwa ia punya 2 (dua) bayi yang sama-sama membutuhkan perhatiannya.

Kecemasan pada ibu hamil 4

Inilah kecemasan pra natal yang menerpa dan membuat situasi pasangan Dad & Mom menjadi tidak nyaman.  Hal yang bisa mempengaruhi keseharian pasangan muda. Terutama kecemasan pada ibu hamil yang bisa berdampak buruk pada kandungannya.

Ini keresahan yang wajar pada pasangan-pasangan muda. Jangan sampai berkepanjangan. Apalagi menyalahkan kelahiran baby-nya.

Reply

12 + 14 =