6 Fakta dari Mitos Tentang Jenis Kelamin Janin

Moms Percaya Mitos tentang Jenis Kelamin Janin? Kami Berikan 6 Faktanya!

 

Pada saat Moms hamil, banyak mitos berseliweran tentang jenis kelamin baby yang dikandungnya.

Informasi mengenai kajian saintifik kehamilan kadang terbiaskan saat bercampur dengan mitos dan takhayul setempat.

Sebagai mitos, ia hanya subur sebagai bahan omongan. Dalam kenyataanya, berbeda dengan fakta-fakta yang ada!.

 Tak ada salahnya, kita mengulik fakta-fakta di balik mitos yang berkembang seputar jenis kelamin baby dalam kandungan.

Inilah 6 (enam) mitos dan fakta penjelasnya. Referensi bagi Moms yang saat ini tengah hamil muda.

 

1. Jenis Kelamin Tidak Ditentukan Selain dari USG

MITOS : Moms hamil bisa dideteksi jenis kelamin yang dikandungnya melalui tanda-tanda yang terkait dengan mitos yang selama ini diyakini.

FAKTA DASAR: Beberapa cerita rakyat berkembang sebagai mitos untuk mengetahui jenis kelamin baby. Jenis kelamin baby hanya bisa ditentukan melalui USG.

Baby laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma mana (X atau Y) yang lebih dulu mencapai sel telur. Jika sperma dengan kromosom Y berhasil terlebih dahulu mencapai sel telur, maka janin akan berkromosom XY (baby laki-laki). Namun jika sperma dengan kromosom X lebih dulu bertemu sel telur, maka janin akan berkromosom XX (baby perempuan)

2. Ngidam Terkait dengan Jenis Kelamin

jenis kelamin janin 2MITOS : Ibu hamil yang ngidam makanan yang berasa manis, seperti cokelat atau es cream, akan memiliki baby perempuan. Sedangkan ibu hamil yang ngidam makanan asin, lebih cenderung mengandung baby laki-laki?

FAKTA : Tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini. Penentu jenis kelamin baby adalah kromosom dari sperma pria.  Selain jenis kelamin, kromosom juga menentukan perbedaan genetis, fisik manusia seperti warna mata, warna rambut, hingga postur tinggi badan.

 

 3. Bentuk Perut Menunjukkan Jenis Kelamin

jenis kelamin janin 3

sumber

MITOS :  Ada anggapan jika wanita hamil bentuk perutnya turun, dan lonjong, runcing adalah tanda baby yang dikandungnya laki-laki. Sedangkan jika bentuk perutnya tinggi, dan membulat akan memiliki baby perempuan.

FAKTA: Kita tidak bisa begitu saja mengatakan jenis kelamin baby hanya dengan melihat fisik ibunya. Bentuk perut saat hamil ditentukan oleh tonus (elastisitas) otot, posisi baby di dalam rahim dan tidak berkorelasi dengan jenis kehamilan baby.

Bentuk perut Moms hamil (lonjong atau bulat) tergantung pada posisi baby/janin dalam kandungan. Jika janin melintang, perut akan terlihat melebar. Namun jika posisi janin memanjang, perut akan terlihat tinggi.

Moms yang baru pertama kali mengandung, perut akan cenderung bulat meruncing sebab otot di perutnya masih kuat menopang rahim. Pada kehamilan berikutnya akan bertambah besar tetapi tidak lagi runcing karena otot perut tak lagi kuat menopang rahim layaknya di kehamilan.

Selain itu, bentuk perut Moms saat hamil juga tergantung volume air ketuban. Pada Moms yang cairan ketubannya banyak bentuk perutnya akan membulat. Mirip balon saat diisi dengan air.

 

4. Mual-mual (Morning Sickness) Tanda Mengandung Baby Laki-laki

MITOS: Jika morning sickness yang dialami cukup parah kemungkinan besar baby laki-laki. Sebaliknya jika  tidak mengalami morning sickness atau mual namun tidak terlalu parah akan mendapat baby perempuan.

FAKTA: Perbedaan hormon yang dihasilkan  janin perempuan dan janin laki-laki  memicu perubahan derajat  mual (morning sickness) yang dirasakan. Namun belum ada riset yang mendukung.

Mual bisa terjadi sepanjang kehamilan. Hormone relaxin yang diproduksi tubuh bertanggung jawab atas rasa mual dan kenyamanan Moms hamil.

Moms yang mengadung baby perempuan, lebih rentan (tahan) terhadap morning sickness. Baby laki-laki lebih banyak mual-nya (morning sickness)


 

5. Pigmentasi pada Leher dan Puting

MITOS: Leher yang menghitam atau puting susu yang berwarna gelap pertanda mengandung baby laki-laki.

FAKTA: Perubahan warna pada leher atau puting tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin baby. Perubahan warna kulit pada Moms hamil diakibatkan peningkatan progesteron dan melanost (hormon yang mengatur pigmentasi kulit).

Puting susu yang menghitam biasa terjadi pada kehamilan manapun (mengandung baby laki-laki atau perempuan). Begitu juga dengan perubahan warna kulit dan puting susu.

Moms  hamil kadang memiliki guratan kehitaman di perut dan garis hitam dari pusar ke bagian organ kelamin. Namun gejala ini akan menghilang setelah melahirkan.

6. Baby Perempuan Mencuri Cantiknya Moms!

MITOS: Baby perempuan menyebabkan kulit Moms terganggu, wajah banyak berjerawat, kulit iritasi. Dikatakan baby telah mencuri kecantikan Moms!

Moms yang suka berdandan, dan wajahnya terlihat cantik akan memiliki anak perempuan. Moms yang tidak suka berdandan dan wajahnya kuyu dan keras akan memiliki laki-laki.

FAKTA: Ini adalah akibat dari proses hormonal yang terjadi dalam sebuah kehamilan. Hormon itu akan mempengaruhi salah satunya pada kulit dan perilaku nesting (berbenah, berhias, payudara membesar, dan memunculkan sifat keibuan) dari Moms.

Akibat pertumbuhan janin mungkin saja kulit mengalami kekeringan akibat panas dalam atau gangguan hormonal. Kulit kering tak bisa dipakai sebagai indikasi jenis kelamin baby Anda. Tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin. Untuk melihat jenis kelamin baby, lakukan USG.

Berhati-hatilah mempercayai mitos!. Salah-salah bisa menyesatkan!. Biasakanlah mengedepankan suatu yang ilmiah terutama dalam masa kehamilan.

Nikmatilah kehamilan Moms dengan [email protected]

Reply

one × 1 =