5 Hal Ini Dapat Menjadi Pemicu Kematian Ibu Hamil

Angka Kematian Ibu Hamil Masih Menyisakan PR Besar Bagi Kita Semua. Kurangnya Pengetahuan Akan Faktor Pemicu Turut Memperbesar Angka Kematian yang Ada.

Ketahuilah 5 Penyebab Kematian Ibu Hamil Berikut Ini, Moms!

Tingginya angka kematian ibu pada ibu hamil rupanya dipengaruhi oleh ketidaktahuan masyarakat akan faktor apa sajakah yang dapat menjadi penyebab kematian ibu hamil. Keterlambatan penanganan, kurangnya informasi, hingga minimnya pengetahuan tentang faktor resiko kehamilan membuat resiko kematian pada ibu hamil semakin tinggi.

Kematian ibu hamil 1

Upaya pencegahan pun sudah sulit dilakukan, lantaran banyak sekali resiko-resiko yang diabaikan oleh ibu hamil, tak terkecuali oleh segenap anggota keluarga. Padahal fase kehamilan merupakan fase yang paling dinantikan oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Dan tentunya amat disayangkan jika sang bayi harus kehilangan ibunya di kala proses melahirkan tiba atau sang ayahlah yang harus kehilangan dua orang yang dicintainya sekaligus, istri dan anak.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mewasapadai apa saja yang menjadi penyebab kematian ibu hamil agar dapat dicarikan jalan keluarnya. Inilah 5 faktor yang beresiko tinggi menjadi penyebab kematian ibu hamil.

1. Pendarahan saat melahirkan

Kematian ibu hamil 2

Proses melahirkan tidak selamanya merupakan faktor alamiah, karena bantuan manusia (khususnya dokter) turut membantu sebuah persalinan. Dan jika terdapat faktor pemicu, pendarahan pada saat melahirkan atau usai melahirkan menjadi pemicu utama kematian saat proses melahirkan.

Salah satu faktor utama pemicu pendarahan adalah terjadinya placenta previa dimana plasenta menutup jalan lahir. Dalam hal ini, dibutuhkan ketepatan tim dokter untuk melakukan penanganan agar tidak mmebahayakan nyawa sang ibu.

2. Pre-eklampsia dalam kehamilan

Meskipun tampak sepele, tekanan darah tinggi saat hamil menjadi salah satu penyebab kematian ibu hamil. Tekanan darah tinggi ini disertai dengan urin yang positif sehingga pre-eklampsia pun terjadi. Jika ibu hamil terbukti terkena pre-eklampsia dalam kehamilan, maka sangat membahayakan ibu hamil dan janin yang berada dalam kandungan.

Usai melahirkan, ibu biasanya akan menderita koma dan harus dilarikan ke ICU. Selain itu, untuk pada kasus tertentu, pre-eklampsia dapat juga mengakibatkan kebutaan pada ibu. Pre-eklampsia muncul begitu saja saat kehamilan dan belum dapat dicegah dengan cara medis.

3. Infeksi berat

Ibu hamil yang terkena infeksi berat pada saat kehamilan beresiko tinggi terkena dampak dari infeksi tersebut. Dan yang paling parah, infeksi ini bisa juga menyebabkan kematian ibu hamil, kematian janin, persalinan prematur, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, perbaiki pola makan dan jaga kesehatan tubuh, Moms. Agar infeksi berat yang terjadi tak juga membahayakan jiwa.


 

4. Sepsis

Kematian ibu hamil 3

Sepsis merupakan infeksi bakteri yang terjadi akibat kebersihan ibu hamil yang kurang terjaga selama persalinan. Biasanya kematian akibat sepsis ini terjadi pada ibu hamil yang melahirkan melalui dukun beranak. Gejala awal munculnya sepsis adalah ibu hamil merasa menggigil, keputihan berbau busuk, hingga pendarahan dari vagina. Namun semua ini dapat dicegah dengan pemeriksaan laboratorium yang akurat serta pemberian antibiotik sebelum dan sesudah persalinan.

5. Gagal napas akut

Setelah persalinan, ibu hamil juga beresiko mengalami kegagalan napas akut yang menjadi salah satu penyebab kematian ibu hamil. Gagal napas ditandai dengan sesak napas secara tiba tiba akibat embolisme paru atau pembekuan darah yang terjadi secara mendadak. Jika tidak ditanggulangi dengan baik oleh tim medis, gagal napas ini bisa membahayakan nyawa ibu hamil.

Reply

4 + seven =