Tanda Masa Subur Untuk Menyiapkan Kehamilan

Kenali Tanda-Tanda Masa Subur Untuk Menyiapkan kehamilan

Begitu sel sperma bertemu dengan sel ovum maka terjadilah pembuahan. Kunci keberhasilannya justru disini!.Pertemuan itu harus terjadi di saat masa subur. Bila bertemu di luar masa subur maka janin tidak akan pernah terjadi.

Mengetahui tanda-tanda masa subur (ovulasi) pada wanita sangat penting, terutama bagi Mom’s yang sedang merencanakan kehamilan. Sayangnya, tanda ovulasi tidak selalu sama pada setiap wanita. Bahkan beberapa wanita ada yang paham saat dirinya sedang berovulasi, tetapi yang lain kesulitan menghafal tanda-tandanya. 

nyata.co.id

Kapan masa subur itu terjadi?

Sel telur (ovum) dikeluarkan Mom’s tiap bulannya dalam satu periode siklus menstruasi. Nah, saat itulah perempuan memasuki masa subur (ovulasi), yaitu masa dilepaskannya sel telur (ovum) yang siap untuk dibuahi sperma. Sel telur (ovum) ini disimpan dalam saluran indung telur (tuba falopi), sambil menunggu datangnya sperma.

Masa subur pada wanita berlangsung selama 12 – 16 hari dihitung dari hari pertama menstruasi. Jadi ini saat-saat itulah waktu yang tepat saat sel-sel sperma dapat membuahi sel telur.

Bagaimana Menentukan Wanita Sedang Subur?

Penentuan masa subur dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebenarnya Mom’s bisa mengetahui sendiri masa subur itu, dengan merasakan perubahan pada tubuh saat memasuki subur. Tubuh Mom’s akan memberikan petunjuk secara alami.

1. Menggunakan Rumus Menghitung Masa Subur.

Menyiapkan kehamilan 1
Penghitungan kalender adalah cara paling mudah.  Bagi Mom’s nda yang memiliki siklus haid teratur (22-35 hari), masa subur dapat dideteksi menggunakan rumus standar. Yaitu, ovulasi rata-rata terjadi pada hari ke-14 sebelum hari pertama dari siklus haid yang akan berikutnya.

Jadi, jika Mom’s memiliki siklus haid 28-30 hari, maka masa ovulasi adalah pada hari ke 16 dari siklus haid Mom’s. Angka itu tambahkan atau kurangkan dengan  tiga hari. Ini masa “hidup” maksimal sperma saat sudah ada sperma tersisa di dalam alat kelamin.

2. Gunakan Alat Uji Kesuburan (ovulasi test)

Saat sekarang tersedia di pasaran alat penghitung masa subur. Alat ini akan mengukur kadar hormon LH pada urine dan saliva (air liur) yang biasanya terjadi sebelum ovulasi. Hasil tes  bisa dilihat dengan tanda tertentu, yang menyatakan Moms sedang berada pada masa subur atau tidak.

Waktu paling tepat untuk melakukan tes kesuburan sebaiknya lakukan antara pukul 11.00 – 15.00 WIB atau 17.00 – 22.00 WIB.

 

Menyiapkan kehamilan 2

Berikut 10 tanda alamiah mudah diingat saat Mom’s mengalami masa Ovulasi.

1. Ukur Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh digunakan untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur. Gunakan thermometer untuk pengecekan suhu tubuh. Pada masa subur atau masa ovulasi, suhu tubuh akan meningkat.

Suhu akan mengalami peningkatan suhu sekitar satu derajat Celcius. Suhu  tubuh yang normal berkisar antara 35,5 – 36 derajat Celcius. Di masa ovulasi, suhu tubuh akan turun sebentar (sekitar 35 derajat Celcius),  kemudian naik menjadi 37 – 38 derajat Celcius.

Anda akan dapat melihat bahwa paruh pertama siklus Anda tetap sama. Ketika menjelang ovulasi, lonjakan suhu tubuh membuat Moms merasa sedikit hangat. Lonjakan suhu tubuh ini menjadi pertanda bahwa ovulasi telah terjadi.

Peningkatan suhu setengah derajat Celcius saja sudah bisa jadi tanda ovulasi jika terjadi di tanggal yang seharusnya. Suhu sebaiknya diukur pada pagi hari.

Kekurangan dari cara ini agak ribet, dan dibutuhkan usaha untuk pencatatan suhu harian. Cara ini kurang begitu spesifik, mengingat banyak kejadian yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Namun bagi pasangan yang peka, akan merasakan perubahan ini.

2. Peningkatan Produksi Lendir Cervix

Setiap bulan, seorang wanita akan mengalami peningkatan produksi lender pada organ kelamin. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon ketika wanita memasuki masa subur.

Cobalah untuk selalu mengecek lender cervix (cervical mucus). Masa subur tubuh memproduksi lebih banyak estrogen, dan berciri lendir cervix yang lebih encer.  Amati tingkat kekentalan dari lendir serviks Anda.

Cervical mucus adalah gumpalan lendir seperti putih telur, tidak terputus jika dipegang dan jika ditarik dapat memanjang. Lendir yang keluar pada masa subur memiliki ciri lebih encer dari lendir pada hari yang biasa.

Lendir ini memungkinkan sperma melaju dan meluncur ke saluran tuba dengan mudah. Dalam suasana itu, sperma bisa bertahan “hidup” selama dua hingga tiga hari menunggu sel telur matang. Ini merupakan saat paling tepat untuk melakukan hubungan kelamin agar cepat hamil.


Cara Cepat Hamil

 

3. Nyeri Ovulasi atau Mittelschmerz

Saat ovuloasi, ada kalanya muncul rasa nyeri tiba-tiba pada perut bagian bawah. Rasanya seperti ditarik-tarik, atau kram sebelah (hanya di salah satu sisi panggul). Sakit kram-nya mirip dengan PMS (post menstrual syndrome, kram pada saat haid). Perbedaan utama antara kram dan PMS adalah kram hanya terjadi pada satu sisi panggul saja.

Ini merupakan dampak peningkatan tekah terjadi akitivitas indung telur. Kram ini disebabkan pelepasan sel telur oleh folikel. Namun tidak semua wanita merasakan rasa nyeri saat ovulasi berlangsung.  Sebagian wanita justru tidak terlalu sensitif untuk merasakan rasa nyeri ini.

4. Tubuh/organ Tubuh Reproduksi Membengkak

Saat masa subur, penanda paling khas adalah organ reproduksi akan membengkak, seakan-akan bertambah besar. Hal ini karena pembuluh darah seluruh organ reproduksi terisi dan lebih sensitive. Ini sangat berhubungan dengan adanya peningkatan hormon-hormon saat masa subur.

5. Payudara Jadi Lunak

Pada saat masa subur,payudara justru akan menjadi lunak dan sensitif. Secara alami akan mempersiapkan payudara untuk memproduksi ASI. Ciri cirinya ada kesamaan dengan tanda-tanda kehamilan.

 

 Menyiapkan kehamilan 3

6. Syaraf Indra Lebih Tajam

Beberapa wanita mengalami peningkatan indera penglihatan, rasa dan penciuman selama ovulasi. Meski tidak terjadi pada semua wanita namun hal ini sebagai penanda spesifik. Terjadi lonjakan luteinizing hormon, yang terjadi sebelum ovulasi.

7. Bercak (Spotting) pada Celana

Meski tidak terjadi pada semua wanita, namun wanita mengalami bercak (spotting) di celana dalam menjelang ovulasi. Beberapa teori mengatakan bahwa bercak disebabkan oleh telur yang dilepaskan oleh folikel selama ovulasi.

8. Libido akan Lebih Tinggi

Wanita akan merasa lebih bergairah saat memasuki masa subur. Sebuah riset menunjukkan bahwa para wanita libidonya akan tinggi pada waktu mereka mencapai puncak masa subur atau beberapa hari sebelum masa puncak ovulasi.

Ini terkait dengan perubahan kadar hormon yang terjadi saat tubuh mempersiapkan sel-sel telur untuk mencapai kematangan dan siap dilepaskan. Ini merupakan sifat alami, sebagai bagian dari proses terjadinya kehamilan.

Perempuan di masa subur juga lebih cenderung tertarik ke androstenone feromon laki-laki yang memberikan kontribusi kuat terhadap penciuman wanita.

9. Terjadi Perubahan Emosi

Saat ovulasi, tubuh akan memproduksi hormon lebih dari biasanya dan ini akan mempengaruhi tingkat emosi. Bila emosi Mom’s berubah secara tiba-tiba pada tengah siklus haid. bisa jadi itu merupakan pertanda masa subur.

10.  Moms Merasa Terlihat Ekstra Cantik

Pada masa-masa berovulasi, Mom’s melihat diri terlihat cantik, suka berdandan, kulit terasa lebih lembut dan halus.  Ini mood alamiah untuk persiapan kehamilan. Pasangan akan merasa diri Moms lebih  cantik. Sebuah studi mengatakan bahwa laki-laki menemukan wanita lebih menarik jika mereka mendekati ovulasi dalam siklus bulanan mereka.

 

Menyiapkan kehamilan 4(sumber)

 

Tanda-tanda ovulasi di atas merupakan tanda-tanda halus alamiah saat tubuh sedang ovulasi. Kemampuan yang diberikan kepada para wanita untuk mempersiapkan kehamilannya.

Saat Mom’s mampu memahami tubuh Mom’s sendiri, maka Moms’s akan makin sayang dengan tubuh kita sendiri. Selamat menunggu datangnya momongan. @

 

Reply

18 − seventeen =