5 Kiat Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak

Lima Kiat Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak

Ada istilah “Monkey see, Monkey Do”. Artinya seekor monyet biasanya akan berlaku seperti apa yang telah dilihatnya.

Konon, demikian pula halnya dengan seorang anak. Anak adalah peniru yang baik. Ia meniru apa yang dilakukan kedua orang tua ortu-nya. Ia adalah copy dari Moms & Dad.

Tumbuhkan kepercayaan diri ini pada diri anak. Meski ini menjadi tugas berat dari orang tua, namun, akan menjadi ringan saat dilakukan bersama balita.
Ada beberapa kiat penting, agar rasa percaya diri balita semakin menebal. Inilah kiat-kiat yang perlu dicermati Moms & Dads.

1. Jadilah Ortu Pendengar yang Baik

Saat balita berbicara dan meminta perhatian kepada Moms, sesibuk apapun, cobalah untuk mendengarkannya.

Tips
  1. Tinggalkan gawai (gadget) di tangan Moms. Tinggalkan pekerjaan Moms!. Jangan sekali-kali mengabaikan dengan mata masih asyik menatap gawai di tangan, atau perhatian tetap menatap layar LCD computer Moms.
  2. Moms sebaiknya memberikan perhatian penuh!. Dengarkanlah dengan sungguh-sungguh, apa yang balita inginkan.
  3. Tatap matanya, pegang tangannya dan biarkan ia nyaman dan leluasa bicara. Lakukan komunikasi timbal balik.

Bagi anak balita, itu merupakan penghargaan tulus yang membuat dirinya berharga di mata Moms-nya. Saat Moms mengabaikannya akan membuat balita merasa tidak berharga. Balita akan merasa tidak layak untuk diperhatikan. Itu akan membuat rasa percaya dirinya jatuh!.

2. Tunjukkan Sikap Peduli dan Menghargai

Sekalipun keinginannya mungkin tidak bisa Moms penuhi, tidak ada salahnya memberikan perhatian sebagai bentuk kepedulian. Beri alasan yang mudah dicerna balita, saat tidak bisa memenuhinya saat ini.

Bila Moms memaksa balita untuk selalu menuruti keinginannya, maka hal ini akan merusak rasa percaya dirinya!. Ia akan merasa tidak dipedulikan.

3. Biarkan Saat Balita Ingin Membantu Moms

Jangan pernah menganggap balita masih kecil. Ia sudah bisa lakukan “sesuatu”. Biarkan ia membantu sebatas apa yang bisa ia lakukan. Tidak merepotkan kan?

Balita akan merasa dirinya dihargai ketika diberikan tanggungjawab. Rasa bangga dalam dirinya bisa membantu Moms akan memupuk rasa percaya dirinya.

Tips:
  1. Berikan balita kesempatan membawa kantung belanjaan Moms. Pilihlah yang tidak terlalu berat.
  2. Pada saat akan travelling, biarkan balita mengatur sendiri barang mainan yang akan dibawa dalam atas kecilnya. Bila perlu, Moms bisa minta balita membawa tas kecilnya.
  3. Sebuah langkah yang meski kecil, Moms sudah mengajarkan balita apa artinya tanggungjawab.

4.  Biasakan Balita Lakukan “Sesuatu” Sendiri

Biarkan balita menjalankan sendiri apa yang bisa ia lakukan. Bimbing dan awasilah kesempurnaannya. Beritahu bila terjadi kekeliruan. Pada saat itulah balita belajar banyak!

Tips :
  1. Usahakan, jangan selalu melarang apa yang akan ia lakukan. Bimbing dan cermati apa yang ia bisa lakukan.
  2. Dukung ia melakukannya, meski masih tertatih-tatih mengerjakannya.3. Beri ia kebebasan untuk melakukan apa yang bisa ia lakukan.
  3. Ungkapkan apresiasi (penghargaan) atas apa yang ia kerjakan.

5.  Biasakan Balita Ucapkan Terima Kasih

Sejak kecil, seorang anak perlu dididik tiga perilaku dasar dalam komunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Ini akan mengajarkan balita menghargai jerih payah orang lain.

Tips :
  1. Biasakan belajar mengucapkan “terima kasih” kepada siapa saja yang sudah memberikan sesuatu kepada kita.
  2. Biasakan belajar mengucapkan kata “tolong” apabila ingin meminta bantuan kepada orang di sekitarnya.
  3. Biasakan belajar mengucapkan kata “maaf” apabila memang bersalah.

Hal-hal itu akan memberikan kekuatan rasa percaya diri yang kuat terhadap apa yang telah dilakukan. Kalau anak sudah terbiasa mengucapkannya sejak kecil, maka balita diajak untuk lebih menghargai orang lain.

Percayalah, rasa percaya dirinya lama kelamaan akan bertumbuh!.@

 

 

Reply

8 − 5 =