Kiat Membawa Anak yang Sakit Pergi Ke Dokter

Kiat Praktis Membawa Balita Sakit Pergi Ke Dokter

Saat balita sakit, maka kegalauan akan Moms alami. Perasaan cemas dan khawatir pun akan mendera Moms. Apalagi bila balita tak kunjung sembuh. Berobat ke dokter pun menjadi tumpuan harapan. Namun acapkali balita sulit untuk dibawa berobat. Balita rewel dan cenderung menolak!.

Balita sering kali merasa terinitimidasi saat harus pergi ke dokter.  Terutama melihat dokter dengan seragamnya yang putih-putih, suasana rumah sakit, serta bau desinfektan  yang menyengat di rumah sakit.  Mereka akan tambah rewel dan merasa tidak betah berlama-lama di situ.

Rasa cemas akan membuat balita merasa tidak suka kalau harus ke rumah sakit dan antre ke dokter yang praktek. Bayangan kecemasan yang seringkali muncul di benak balita adalah takut disuntik, takut badannya dipegang, atau takut minum obat!

Namun sebaliknya, saat balita tidak lagi takut ketemu dengan dokter, maka balita akan antusias untuk dibawa berobat ke dokter. Ini hanya faktor kebiasaan!.

Berikut beberapa kiat praktis saat membawa anak ke dokter.

 1. Jujur Kepada Anak Balita.

Cobalah bersikap jujur dengan mengatakan bahwa saat ini balita sedang sakit, dan dokter akan membantu untuk menyembuhkan sakit tubuhnya agar sembuh, lebih sehat, dan lebih kuat lagi. Tanyakan sesudah diperiksa, apakah jauh lebih sehat? Ini untuk menanamkan kepercayaan ke dokter

2. Dokter dan Perawat adalah “Teman”

Beritahu dan yakinkan bahwa dokter dan perawat adalah teman-teman yang akan membantu balita untuk sembuh. “Teman”-nya ini akan memeriksa tubuh balita untuk melihat sakitnya. Moms akan selalu menemani di sampingnya. Bilamana perlu panggil mereka dengan sebutan akrab seperti Om – Tante Dokter, atau Pak De – Bu De Dokter, atau Yang Kung Dokter.

Anak yang sakit 1

3. Kontak Dahulu ke Dokter Sebelum Datang

Usahakan sudah kontak ke dokter terlebih dahulu. Yakinkan dokter memang praktek pada saat itu. Tepati jam antreannya agar Moms & balita tidak menunggu lama. Lebih bagus kalau ke dokter keluarga atau dokter yang sudah dikenal care terhadap anak-anak balita.

4. Datang Lebih Awal Ke Tempat Praktek

Usahakan agar Moms & balita mencapai tempat praktek dokter lebih awal, agar mempunyai waktu khusus untuk  adaptasi dengan suasana praktek dokter.

Anak yang sakit 2

5. Simulasi Main Dokter-dokteran

Dalam kodisi sehari-hari (saat tidak sakit), ciptakan simulasi kunjungan dokter di rumah. Kita bisa bermain simulasi bermain dokter-dokteran di rumah. Mom & balita dapat bergantian menjadi pasien dan dokternya. Biasakan juga balita dengan alat-alat kedokteran dari plastik sebagai mainan mereka. Pada saat bertemu dokter yang sebenarnya tidak lagi trauma.

Anak yang sakit 3

6. Ciptakan Suasana Nyaman

Moms dapat membawa buku dan mainan kesukaan balita. Bawa juga makanan kesukaannya, untuk berjaga-jaga kalau balita lapar. Sedapat mungkin jangan makan saat di tempat praktek dokter. Bukankah di tempat itu banyak penyakit?

Di beberapa praktek dokter tertentu sering tersedia mainan anak-anak balita. Ini cukup untuk mengalihkan kecemasannya. @

 

 

 

Reply

four + 18 =