Ngidam pada Ibu Hamil Mitos atau Fakta !

Mitos atau Fakta Seputar Ngidam pada Ibu Hamil. Cek Kebenarannya di Sini!

Ngidam bukanlah sebuah khayalan, juga bukan sekadar sugesti. Ngidam adalah realitas pada sebuah kehamilan. Fenomena ngidam tak dapat dipisahkan sebagai reaksi awal dari kehamilan seseorang. Ilmu kedokteran modern menyebut ngidam terkait dengan perubahan hormon dalam tubuh sang calon ibu.

Ngidam memunculkan banyak mitos yang kebenaran faktanya masih diperdebatkan. Apa saja mitos & fakta yang berkembang soal ngidam?

Ngidam pada ibu hamil 1

MITOS: Saat hamil muncul keinginan kuat dari ibu hamil (bumil) untuk makan makanan yang rasanya asin, asam atau segar. Dan keinginan itu harus dituruti, betapapun sulitnya.

FAKTA. Sampai sekarang penyebab ngidam belum bisa diketahui pasti. Sebagian berpendapat terjadi karena tubuh bumil membutuhkan beberapa zat gizi tertentu. Secara insting zat-zat itu terdapat dalam makanan yang diidamkannya.

Ngidam ingin buah-buahan berarti tubuh memerlukan vitamin C. Ngidam ingin makan coklat, berarti tubuh membutuhkan vitamin B. Namun, pendapat ini bisa diperdebatkan.

Yang lebih masuk akal adalah ngidam sebagai akibat aktifnya hormon-hormon selama kehamilan. Seperti peningkatan kadar hormon progesteron yang berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, khususnya organ pencernaan dan produksi air liur yang berlebih.

Produksi air liur di awal kehamilan yang berlebih akan menyebabkan timbul rasa logam dan tebal di mulut, yang membuat bumil acapkali sering meludah. Ini yang membuat bumil sering merasa mual dan mau muntah, atau ingin makan makanan yang berasa asam atau asin.

Ngidam pada ibu hamil 2

**

MITOS: Ibu hamil (bumil) yang sering ngidam makanan yang berasa manis-manis, seperti coklat, es cream, adalah tanda bahwa anak yang dikandungnya berkelamin perempuan. Sementara kalau ngidamnya makanan asin dan asam anaknya lebih cenderung laki-laki.

FAKTA : Tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini. Kebanyakan teori hanya menyebutkan hubungan antara pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi.

Sebenarnya yang menentukan jenis kelamin bayi adalah kromosom dari sperma pria. Selain jenis kelamin, kromosom juga menentukan perbedaan fisik manusia seperti warna mata, warna rambut, hingga postur tinggi badan. Kombinasi kromosom X dan kromosom Y akan membentuk jenis kelamin laki-laki. Sedangkan kombinasi dua kromosom X membentuk jenis kelamin wanita.

Bayi laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma mana (X atau Y) yang lebih dulu mencapai sel telur. Jika sperma dengan kromosom Y berhasil terlebih dahulu mencapai sel telur, maka janin akan berkromosom XY (bayi laki-laki). Namun jika sperma dengan kromosom X lebih dulu bertemu sel telur, maka janin akan berkromosom XX (bayi perempuan).

Ngidam pada ibu hamil 3

**

MITOS. Ngidam hanya muncul pada awal kehamilan, mendekati usia 6 bulan akan hilang dengan sendirinya.

FAKTA: Ngidam bisa juga berlangsung selama kehamilan. Bahkan keinginan mengonsumsi makanan tertentu bisa berbeda-beda sesuai dengan usia kehamilan.

Bumil di trimester pertama lebih sensitif terhadap rasa pahit. Para peneliti menduga ini adalah insting bumil untuk melindungi janin dari aneka makanan (dari tumbuhan atau buah beracun) yang berasa pahit atau getir. Perasaan sensitif terhadap rasa pahit ini sekaligus juga merupakan warning agar bumil menghentikan konsumsi racun, seperti rokok dan minuman beralkohol.

Dibanding trimester pertama, bumil di trimester kedua dan ketiga kehamilan suka makanan atau minuman dengan rasa asam. Rasa asam membuat bumil menjalani pola makan yang lebih bervariasi untuk mendapatkanan makanan yang cukup.

Bumil cenderung menyukai makanan asin seiring usia kehamilannya bertambah. Hal itu karena, saat hamil, volume darah wanita meningkat sehingga membutuhkan lebih banyak sodium.

Ngidam pada ibu hamil 4

*

MITOS : Ngidam bisa berbagai macam permintaannya. Ini sering dijustifikasi (pembenaran) sebagai “akibat bawaan bayi”. Konon, sang suami harus memenuhi segala permintaan bayi dalam kandungan. Bila tidak maka sederet akibat akan muncul.

FAKTA: Pengaitan ngidam dengan keinginan bayi di dalam kandungan, dan meyakini dampak yang timbul saat tidak terpenuhi keinginannya perlu dikritisi lagi.

Banyak ngidam terjadi sebagai ngidam psikologis. Ngidam karena secara psikis bumil merasa diabaikan dan ingin mendapatkan perhatian sekitarnya. Bumil ingin mendapatkan rasa nyaman dan aman dari suami. Ia merasa suami akan tidak lagi menyintainya.

Saat suami bisa memenuhi ngidam-nya maka akan muncul rasa bahagia pada bumil. Rasa bahagia akan memicu hormon kebahagiaan (hormon endorphine) yang diproduksi oleh tubuh kita (kelenjar pituitary). Hormon ini menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi, dan mengendalikan perasaan stres, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tidak semua ngidam harus dipenuhi karena ngidam tidak ada hubungan dengan janin yang dikandung. Yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah memperhatikan kesehatan ibu dan janin. Pastikan kalau ngidam makanan agar tidak mengonsumsi secara berlebihan.

Bagaimana pun ngidam menjadi fenomena universal. Bahkan merupakan bagian yang kadang menyandu. Sepertinya tidak seru kalau hamil tidak ngidam.@

Reply

ten − one =