Perbedaan Persalinan Normal dan Caesar bagi Moms

Pahami 6 Risiko Perbedaan Persalinan Normal dan Caesar bagi Moms & Baby

 

Kelahiran adalah momentum yang paling dinanti sekaligus mendebarkan bagi Moms. Hanya saja, banyak Moms bingung: apakah melahirkan normal atau melahirkan dengan cara Caesar?

Kelahiran normal adalah kelahiran alami melalui organ intim (vagina), tanpa melalui proses operasi.  Sementara kelahiran Caesar, dilakukan dengan operasi pada perut bagian bawah untuk menolong baby yang mengalami kesulitan saat lahir secara normal.

Apalagi, Caesar diperlukan bila dengan persalinan normal akan membahayakan nyawa Moms dan baby-nya!.

Dokter pasti akan mempertimbangkan pada saat bayi sungsang, ukuran bayi lebih besar dari ukuran panggul ibu, placenta previa, atau penyakit pada Moms, seperti hipertensi, tumor rahim, dan lain-lain.

 

Bagaimana Kelebihan, Kekurangan dan Risikonya?

1. Risiko Bagi Moms & Janin

Proses melahirkan secara normal lebih minim risiko. Rasa mulas dan sakit saat melahirkan berlangsung alami.

Pada kasus-kasus gawat, operasi Caesar sangat membantu dalam menyelamatkan Moms & baby-nya. Keputusan Operasi Caesar biasanya dilakukan pada detik-detik terakhir jika sudah tidak ada pilihan lain. Namun pada kondisi gawat, bisa saja diberitahukan jauh hari sebelumnya.

2. Perlukaan Organ Intim

Pada persalinan normal, biasanya terjadi perlukaan pada organ intim (vagina). Meskipun harus dijahit, namun setelah 40 hari rahim dan organ intim wanita akan kembali seperti ke semula.

Pada operasi Caesar, peregangan pada panggul dan kerobekan organ intim bisa diminimalisir. Apalagi baby dalam proses Caesar keluar melalui perut. Hanya saja, bekas sayatan dan jahitan akan membekas dan timbul parut pada perut Moms 


 

3. Lama Proses Persalinan

Kelahiran secara normal, proses kelahiran berlangsung antara 2-6 jam tergantung proses pembukaan dan kontraksi yang terjadi.  Ini cukup menguras stamina dan meletihkan!. Namun, biasanya Moms sudah bisa berjalan 4 – 6 jam sesudah persalinan. Bahkan ke esokan harinya, biasanya sudah bisa langsung pulang.

Saat sekarang, operasi Caesar hanya berlangsung cukup cepat, selama kurang lebih 30 – 120 menit. Moms baru bisa pulang minimal 3 hari setelah persalinan menunggu luka sayatan mengering.

4. Rasa Sakit Persalinan

Pada persalinan normal, rasa sakit hanya terjadi saat proses persalinan, sebab diperlukan kontraksi rahim untuk pengejanan. Masing-masing Moms beda lama pengejanannya.

Rasa sakit pada persalinan normal sering membuat Moms cemas dan ciut nyali. Belum lagi bayangan robeknya vagina untusak jalan keluar bayi. Bahkan melalui prosedur induksi jika baby belum juga mau keluar.

Namun saat sekarang, saat sekarang metode persalinan normal bisa untuk meminimalisir rasa sakit seperti dengan hypnobirthing, dan waterbirth.

Pada persalinan caesar, memang tidak merasa sakit karena efek obat bius.  Hanya saja, efek rasa sakit pada suntikan anastesi pada tulang belakang akan terasakan saat obat bius sudah hilang. Risiko perdarahan juga bisa 2 kali lebih besar daripada kelahiran normal.

5. Jarak Kelahiran Berikutnya

Kelahiran normal, jarak aman kehamilan berikutnya tidak dibatasi. Moms bisa siap hamil dan melahirkan baby lagi.

Pada kelahiran secara Caesar, jarak kehamilan Moms sebaiknya tidak terlalu dekat. Setidaknya perlu selang 1 – 1,5 tahun jarak kelahiran dengan kehamilan berikutnya.

6. Biaya Kelahiran

Faktor biaya juga menjadi pertimbangan. Biaya operasi caesar tergolong cukup mahal jika dibandingkan dengan kelahiran normal. Bukan hanya dari biaya operasi saja, namun juga dari biaya setelah operasi.  Biasanya tarif Caesar di beberapa RS memakai sistem paket Operasi Caesar 3 hari, 4 hari, dan seterusnya.

Nilai Lebih Masing-masing Kelahiran

1. Rangsang Hasilkan Kolostrum

Kelahiran cara alami akan merangsang kelenjar susu sehingga akan menghasilkan kolostrum untuk baby.

Moms yang memilih persalinan nomal, akan dibius secara lokal sehingga dapat melahirkan secara sadar. Moms bisa segera menyusui si bayi dengan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) segera setelah persalinan.

2. Bisa Request Kapan Lahir

Kelahiran Caesar bisa memilih “request” atau “disarankan” untuk tanggal kelahiran yang tepat. Terutama bagi yang mempercayai numerik dan keberuntungan (hoki). Namun, banyak dokter yang pro dan kontra tentang request ini. Bagaimana pun baby harus ada dalam kondisi “cukup bulan”.

Pada persalinan normal, kita tidak bisa menentukan kapan harus melahirkan. Persalinan secara alami, kontraksi akan terjadi bila kehamilan telah cukup umur.

3. Tepat waktu

Moms bisa melhirkan tepat waktu. Tidak terburu-buru lahir di jalan, di kendaraan, atau sewaktu masih di rumah. Moms bisa lebih tenang dan lebih siap saat akan melahirkan.

4. Mencegah Penularan Infeksi pada Janin

Moms yang memiliki infeksi, kanker serviks, biasanya disarankan dokter untuk melakukan operasi Caesar. Hal ini karena operasi caesar akan meminimalisir kemungkinan penularan infeksi dari Moms ke baby. Termasuk juga bila melahirkan kembar.

Nah,  Sekarang, mana yang Moms pilih?

Operasi Caesar disarankan jika indikasi dokter Moms dan janinnya mengharuskan baby lahir melalui persalinan Caesar. Namun jika Moms dan janin dalam kondisi sehat, maka persalinan normallah yang sebaiknya dipilih.

Keputusan melahirkan dengan metode apa, sepenuhnya ada di tangan Moms sendiri. Pastikan, apa yang dipilih adalah yang aman untuk Moms & baby. Bagaimanapun persalinan normal lebih banyak manfaatnya baik bagi ibu maupun baby itu [email protected]

Reply

1 × five =