Tips Praktis Memilih Baju Bayi yang Baru Lahir

Tips Praktis Memilih Baju Bayi yang Baru Lahir

Selamat Datang Baby baru (newborn)!.

Jangan terpaku pada mitos, bahwa baby laki-laki harus berwarna biru, dan baby perempuan berwarna pink.

Saat di rumah sakit, baby memang tidak boleh tertukar sesamanya atau tertukar kelaminnya. Jadi, dibedakan dengan warna pakaian.

 

Pakaian baby sangat beragam. Banyak model, warna dan bahan yang bisa Moms pilih. Pilihlah baju yang nyaman dipakai dan tidak menimbulkan alergi pada baby. Moms pun mudah saat memakaikannya.

Pakaian yang bagaimanakah yang pantas untuk baby?

Bagi Moms yang ingin melengkapi baju untuk newborn, sebaiknya cermati beberapa langkah di bawah ini.

Tips Aman Memilih Baju untuk Newborn

1. Jangan Memborong dalam Jumlah Banyak

Baby yang baru lahir akan tumbuh besar dengan sangat cepat. Kemungkinan besar baju-baju baby hanya bisa dipakai beberapa kali saja. Jangan terkecoh dengan iming-iming korting dan hadiah saat beli dalam jumlah banyak.

  • Memilih busana untuk bayi hendaknya yang efisien. Moms bisa perkirakan kebutuhan baju sesuai tingkatan usianya. Yang sering terjadi, pakaian yang dibeli enam bulan yang lalu, saat sekarang sudah mulai kekecilan.
  • Belilah baju baby standar dari produsen yang terpercaya kualitasnya dengan harga yang pantas dan dengan jumlah jumlah secukupnya.
2. Pilihlah Baju yang Praktis untuk Baby & Moms
  • Baby baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Jadi Moms harus menyiapkan pakaian yang hangat sesuaikan dengan lokasi Moms
  • Pertimbangkan apakah baby nyaman memakainya. Perhatikan juga apabila ada tanda-tanda alergi pada kulitnya?. Itu tanda awal bahwa baju tersebut tidak nyaman untuk Baby
  • Baju baby harus praktis, dan tidak ribet saat memakaikannya.

 

3. Ukuran Baju Bayi

Ketika membeli baju untuk baby, jangan berpatokan pada usia baby. Ingat, pertumbuhan baby akan cepat berkembang pesat.

  • Ukuran baju baby yang tersedia biasanya berukuran “new born”, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan seterusnya. Ada pula yang mencantumkan perkiraan, misal 3-6 bulan atau dalam ukuran perkiraan berat badan seperti 2-7kg. Sebagai awal, Moms bisa membeli baju bayi dengan ukuran untuk new born. Kemudian berangsur beli sebatas keperluan usianya.
  • Selama beberapa bulan pertama, baby tumbuh sangat cepat. Jadi Moms harus membeli pakaian yang sedikit besar ukurannya. Selain agar lebih nyaman saat dipakai, juga masa pemakaiannya bisa lebih lama selaras dengan pertumbuhan Saat baby sudah mulai tumbuh besar pun masih bisa dipakai.
  • Moms bisa membeli pakaian satu set, baju dan celana sekaligus. Namun tidak semua baju dengan ukuran dan warna yang sama akan cocok untuk dikenakan. Pikirkanlah kombinasi warna yang bisa disaling-silangkan warnanya sesamanya.


 

4. Desain Sederhana

Jangan tergiur dengan desain, warna dan gambar yang lucu. Pilihlah baju yang sederhana, longgar dan nyaman. Yang penting fungsinya, bukan desain, warna dan gambarnya!. Moms bisa saja menyiapkan beberapa baju baby yang fashionable untuk jaga-jaga saat bepergian.

  • Baju sebaiknya berdesain “normal” saja. Leher baju jangan berkerah karena akan membuat baby sulit  bergerak. Pakaian berleher lebar dan sederhana adalah yang terbaik.
  • Hindari memilih pakaian ketat yang elastis pada lengan dan garis pinggang karena akan mengiritasi kulit baby.
  • Baju model tertentu dan ukuran yang terlalu kecil akan menyulitkan saat Moms akan melepas/mengganti baju terebut.
  • Pakaian harus membuka dari sisi, depan atau belakang agar mudah saat memasang atau melepas pakaian baby.
5. Tidak Banyak Asesories.

Pilih baju yang sederhana, normal, dan tidak banyak aksesorisnya. Perhatikan juga letak bukaan kancingnya.

  • Pilih baju yang ketika dipakai tidak mengganggu gerak dan bahannya tidak membuat kulit iritasi.
  • Awas!, Jangan tergoda dengan pernik-pernik mosaik Seperti misalnya, kancing, pita, atau bahkan peniti karena hal itu akan membahayakan baby. Hindari pakaian yang memiliki banyak kancing, kait, dan ritsleting.
  • Periksa kancing-kancing apakah sudah terikat dengan sempurna? Tidak kendor dan mudah lepas? Baby bisa saja menelan kancing atau peniti tanpa sengaja.
  • Hindari baju berpengait yang di bagian punggung. Baby lebih sering tertidur adanya pengait di belakang hanya akan mengganggunya.

 

6. Baju Aman bagi Baby

Baju setidaknya harus aman, dan tidak berpotensi mencelakakan  baby.

  • Hati-hati dengan pemakaian busana yang bertali. Tali bisa menjerat leher. Tali juga bisa menimbulkan luka di mulut, atau baby tersedak saat tak sengaja mengisap atau memakannya.
  • Perhatikan kancing, kait, peniti, dan asesories lainnya karena bahaya bagi baby. Kemungkinan baby memasukkan ke mulut dan menelannya sangatlah besar.
  • Hati-hati dengan bukaan di bawah depan celana baby, karena kancing nya bisa melukai alat kelamin baby.
7. Bahan untuk Baju Baby

Pastikan bahwa baju baby berbahan halus dan lembut. Sesuaikan bahannya dengan lokasi di mana Moms tinggal. Bila tinggal di daerah pegunungan, baju-baju berbahan hangat akan nyaman bagi baby.

  • Kulit bayi yang baru lahir sangat sensitif. Pilihlah pakaian berbahan katun dibanding sintetis. Kain katun lebih mudah menyerap keringat sehingga terhindar dari gerah dan iritasi pada bagian kulit bayi. Jenis bahan ada di label pakaian baby. Katun akan mudah dicuci sendiri dan lebih berguna.

Yang lebih penting lagi, pilih pakaian baby yang terbuat dari bahan yang mudah kering dan tidak merepotkan saat perawatan. Biasanya baru terasa saat musim penghujan. Moms akan pusing karena kehabisan pakaian baby-nya, semuanya menunggu kering sehabis dicuci!.@

Reply

seven + eighteen =