Tips Traveling Nyaman dengan Pesawat Bersama Balita

TRAVELING bersama baby? Tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Apalagi memasuki holiday season. Sebelum moms berangkat, Pastikan rute, dan segala sesuatunya sudah clear!

Berikut ini adalah tips traveling dan  hal-hal penting yang perlu Mom ketahui jika moms berencana untuk naik pesawat bersama si kecil.

1. Info Daerah Tujuan

Sebaiknya carilah informasi daerah tujuan atau negara tujuan, khususnya mengenai penerbangan negara tujuan. Sejumlah negara menerapkan peraturan khusus bagi penumpang yang membawa balita dalam pesawat terbang. Seperti peraturan The US Federal Aviation Aministration (FAA) di Amerika Serikat.  Ada juga maskapai-nya menerapkan persyaratan tertentu. Garuda Indonesia termasuk yang menerapkan hal khusus.

2. Adakah Penerapan Usia Balita Naik Pesawat?

Inggris menerapkan peraturan usia balita sebagai pertimbangan penting. Pada bayi yang dilahirkan terlalu dini (prematur) diperlukan pencantuman tanggal kelahiran bayi yang seharusnya (bukan saat bayi lahir prematur).

Kesehatan paru-paru bayi prematur perlu dipastikan sebelum naik pesawat. Ini untuk mengatisipasi bayi saat mengalami sesak nafas akibat perbedaan tekanan udara. Beberapa negara menerapkan keharusan imunisasi pada baby Anda.

Usia bayi menjadi pertimbangan penting karena sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang maksimal. Risiko bayi yang baru lahir terpapar infeksi penyakit akan semakin besar. Ibu yang melahirkan bayi Caesar diperbolehkan naik pesawat setelah 6 (enam minggu) pemeriksaan pasca melahirkan.

3. Batasan Usia untuk Terbang.

Kapan bayi bisa naik pesawat? Sangat tidak disarankan untuk baby belum mencapai usia 40 hari. Pada usia ini kekebalan tubuh baby belum terbentuk dengan sempurna. Daya tahan tubuh bayi pun masih sangat rendah.  Bayi usia tiga bulan atau lebih sudah bisa melakukan penerbangan.

Maskapai penerbangan Indonesia  mensyaratkan: bayi yang lahir cukup bulan dan tidak memiliki gangguan jantung dan pernafasan, dapat melakukan penerbangan sejak usia tujuh hari.

4. Pilih Waktu Penerbangan

Sebaiknya, Mom pilih waktu penerbangan yang tepat. Sebuah perjalanan panjang, pilihlah penerbangan pada malam hari. Sementara untuk perjalanan pendek, lakukan penerbangan siang hari.

Dengan demikian, balita dapat tidur dengan nyaman selama perjalanan. Anak-anak biasanya mengalami jet lag jauh lebih ringan daripada yang terjadi pada orang dewasa.

Tips Traveling Nyaman Bersama BAyi(sumber)

5. Boarding Lebih Cepat

Usahakan sampai di bandara lebih cepat daripada biasanya. Ini untuk menjaga hal-hal yang tidak terduga pada balita kita. Misalnya muntah atau BAB saat boarding. Bila Mommembawa kereta bayi (stroller), pastikan Mom sudah mendapatkan tag untuk kereta bayi sebelum boarding.

6. Tetap Berpegang pada Rutinitas

Kadangkala Mom ingin mencoba penerbangan lain. Jika Mom sudah cukup nyaman dengan satu pilihan maskapai, lebih baik tetap mempertahankannya sebagai pilihan. Mom akan lebih terbiasa dengan segala sesuatunya daripada dengan maskapai yang baru dikenal.

7. Siapkan Daftar Barang yang Akan Dibawa

Pilah barang-barang mana yang primer dan harus dibawa ke cabin, dan mana yang sekunder yang masuk ke bagasi. Barang yang masuk ke cabin adalah barang yang diperlukan dalam perjalanan. Seperti di antaranya popok, susu, jaket, buku serta mainan. Agar lebih mudah moms bisa buat daftar check untuk memastikan bahwa semua barang yang akan dibawa sudah di pack kedalam tas.

Pastikan tas yang dibawa di kabin hanya hal-hal essensial yang dibutuhkan oleh baby, tatalah denagn baik sehinggaketika moms membutuhkannya moms tidak repot mencarinya didalam tas. Gunakan tas yang mudah dibawa-bawa dan memiliki beberapa kompartment atau kantong. seperti BabyGo Kiwi Backback atau Babyscots Bag

Atau agar lebih rapi dan mudah, moms bisa menggunakan organizer atau pouch seperti BabyGO inc A301 Pouch Organiser, jadi barang-barang si kecil tidak terpisah-pisah.

 

8. Cari Tahu Sekeliling Anda Saat di Dalam Pesawat

Anak atau baby yang lucu akan menarik perhatian orang lain sekitar Anda di dalam pesawat. Biarkan baby Anda menyapa atau disapa orang sekeliling. Konfirmasi ke pramugari kalau Anda membawa balita yang mungkin akan membutuhkan bantuan mereka. Cari tahu kamar mandi yang terbaik untuk kebutuhan balita Anda.

Terbang Bersama Bayi 2(sumber)

9. Pilihlah Seat.

Sebaiknya duduklah di kursi bagian depan kabin agar Mom mendapat ruang lebih besar untuk kaki. Pada posisi ini biasanya suara bising pesawat lebih minim. Perlu diingat, anak-anak dan balita tidak diizinkan duduk di kursi yang dekat dengan pintu darurat.

10. Apakah baby harus memiliki seat sendiri?

Meski pada usia baby 24 bulan masih bisa bebas biaya, namun tidak tidak dianjurkan balita duduk dipangkuan Anda. Turbulesi atau perubahan tekanan secara drastis di pesawat bisa membuat balita terlepas dari pegangan Anda.

Jika berat badan baby sudah mencapai 20 kilogram, lebih baik ia menggunakan sabuk pengaman pesawat. Ikuti instruksi dari awak pesawat kapan Anda harus ‘mengikat’ baby di kursinya. Pertimbangkan car seat untuk aircraft.

Tips Traveling Nyaman Bersama Bayi(sumber)

11. Pembelajaran Selama Perjalanan.

Rasa keingintahuan anak sangat besar selama perjalanan. Jelaskan apa yang sedang terjadi pada balita Anda. Biasanya suara deru mesin pesawat sangat keras saat take off atau landing, hal ini akan mengagetkannya.

12. Atasi Sakit Telinga.

Biasanya pramugari dan pilot sudah memiliki prosedur khusus bila ada penumpang yang masih bayi atau balita. Untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan di telinga bayi, bisa diberikan sumbat telinga, ear plug, atau seperti headphone.

Jangan lupa, Mom perlu membawa camilan, mainan atau buku favorit bayi. Ia akan membantu menenangkan baby agar bisa tenang di pesawat dan duduk manis selama masa terbang.

Demikian tips traveling dengan pesawat yang semoga saja bisa membuat mom lebih nyaman dan tenang. Selamat bertraveling!.

Reply

one × five =